Sabtu, 06 Oktober 2018 | 17:32
Biografi K.H. Ahmad Dahlan Pendiri Muhammadiyah
Sabtu, 06 Oktober 2018 | 17:04
Penerimaan Mahasiswa Baru
Kamis, 12 Juli 2018 | 16:16
Informasi Mahasiswa Semester Akhir
Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:58
stmik mj cup
Senin, 01 Oktober 2018 | 15:51
PMB STMIK MUHAMMADIYAH JAKARTA
Kamis, 12 Juli 2018 | 16:16
Informasi Mahasiswa Semester Akhir

PENGANTAR STMIK MJ

FAIZ RAFDHI CH, M. KOM

KATA PENGANTAR
KETUA STMIK MUHAMMADIYAH JAKARTA

Terminologi “berkemajuan” dan idiom yang semakna seperti “kemajuan”,
“memajukan”, dan “maju” sudah menjadi “trade mark” Muhammadiyah dan telah
diperkenalkan oleh founding fathers Muhammadiyahsebagai gerakan Islam yang
berkemajuan. Dalam Statuten (Anggaran Dasar) Muhammadiyah yang pertama (1912)
disebutkan tujuan Muhammadiyah adalah “Memajoekan hal Igama kepada anggautaanggautanja”. Terminologi “berkemajuan” ini dipertegas dalam Pernyataan Pikiran
Muhammadiyah Abad Kedua tentang karakter Islam yang berkemajuan yaitu “Islam
berkemajuan menyemaikan benih-benih kebenaran, kebaikan, kedamaian, keadilan,
kemaslahatan, kemakmuran dan keutamaan hidup secara dinamis bagi seluruh umat
manusia, Islam yang menjunjung tinggi kemuliaan manusia baik laki-laki maupun
perempuan tanpa diskriminasi. Islam yang menggelorakan misi anti perang, antiterorisme,
antikekerasan, antipenindasan, antiketerbelakangan dan anti terhadap segala bentuk
pengrusakan di atas muka bumi seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, kejahatan
kemanusiaan, eksploitasi alam, serta berbagai kemungkaran yang menghancurkan
kehidupan. Islam yang secara positif melahirkan keutamaan yang memayungi kemajemukan
suku, bangsa, ras, golongan dan kebudayaan umat manusia di muka bumi”.
Dalam Tanwir Muhammadiyah di Samarinda (2014) istilah berkemajuan
digunakan dalam konteks keindonesiaan, sehingga lahirlah rumusan “Indonesia
Berkemajuan: Rekonstruksi Kehidupan Kebangsaan yang Bermakna” dan telah ditanfidzkan
oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Indonesia Berkemajuan dimaknai sebagai negara
utama (al-madinah al-fadlilah), negara berkemakmuran dan berkeadaban (umran), dan
negara yang sejahtera. Dalam rumusan Tanwir Samarinda disebutkan bahwa Indonesia
Berkemajuan memerlukan basis nilai dan lingkungan strategis yang mendukung
terwujudnya proses kehidupan kebangsaan yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan
berdaulat sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa. Ada lima basis nilai dan
lingkungan strategis yang menjadi fondasi Indonesia Berkemajuan, yaitu 1) agama sebagai
STMIK Muhammadiyah Jakarta
Membangun Spritualitas Teknologi, Mewujudkan Informasi Islami

BUKU PEDOMAN AKADEMIK STMIK MUHAMMADIYAH JAKARTA

sumber nilai kemajuan, 2) kepemimpinan profetik, 3) institusi yang progressif, 4)
pendidikan yang mencerahkan, dan 5) keadaban publik.
Jika lima basis nilai dan lingkungan strategis yang menjadi fondasi Indonesia
Berkemajuan ditarik dalam konteks yang lebih lokal (STMIKMJ), sesungguhnya sejalan
dengan nilai-nilai yang dibangun oleh STMIKMJ. Motto STMIKMJ “Membangun
Spiritualitas Teknologi, Mewujudkan Informasi Islami” sesungguhnya sejalan dengan basis
nilai yang pertama yaitu agama sebagai sumber nilai kemajuan. Meskipun core academicnya teknologi informasi dan komputer, namun nilai-nilai Islam tetap dimasukkan dalam
desain kurikulumnya. Bahkan ada mata kuliah “Sistem Informasi Dakwah” yang wajib
diambil oleh mahasiswa. Di samping itu terdapat salah satu penunjang akademik yang wajib
diikuti mahasiswa yaitu Baitul Arqam Mahasiswa. Hal ini juga sejalan dengan basis nilai
yang keempat yaitu pendidikan yang mencerahkan.
Buku Pedoman Akademik yang ada di tangan saudara-saudara merupakan
gambaran pedoman, arah dan “dapur” akademik yang akan diraih oleh mahasiswa demi
tercapainya tujuan pendidikan STMIK Muhammadiyah Jakarta yaitu terwujudnya
Intelektual Muslim yang Berakhlak Mulia, Unggul, Mandiri, Berintegritas, Percaya Diri,
dan Mampu Mengembangkan Teknologi Informasi serta Berguna bagi Kemanusiaan,
Bangsa, Umat dan Persyarikatan lebih jauh lagi terwujudnya masyarakat Islam yang
sebenar-benarnya.
STMIK Muhammadiyah Jakarta
Membangun Spritualitas Teknologi, Mewujudkan Informasi Islami

BUKU PEDOMAN AKADEMIK STMIK MUHAMMADIYAH JAKARTA
Terakhir, mengutip wasiat K.H. Ahmad Dahlan bahwa "Muhammadiyah pada
masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu
hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah terus menjalani dan menempuh pendidikan
serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dan ke mana saja. Menjadilah
dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan
(profesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu". Wasiat K.H. Ahmad
Dahlan tadi menjadi harapan kami kepada mahasiswa-mahasiswi STMIK Muhammadiyah
Jakarta. Setelah menempuh studi di kampus ini diharapkan dapat langsung melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi dan kembali kepada Muhammadiyah atau mengisi kehidupan
dengan nilai-nilai Islam Berkemajuan sebagaimana rumusan Pernyataan Pikiran
Muhammadiyah Abad Kedua.

Jakarta,     September 2017
Ketua STMIK Muhammadiyah Jakarta


Faiz Rafdhi Ch, M.Kom
Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru
Lokasi Kampus Utama (Ciracas)
Lokasi Kampus A (Matraman)
Lokasi Kampus B (Bekasi)
Lokasi Kampus C (Tanah Abang 1)