| 2009, Tahun Industri Kreatif: Industri kreatif itu apa sih? |
| Ditulis oleh Rahmintama | |||
| Jumat, 24 April 2009 10:01 | |||
|
Matraman (STMIKMJ): Industri kreatif telah menjadi peluang pekerjaan dan penyokong kehidupan yang mandiri. Bahkan akhir tahun 2009 pemerintah telah “memproklamirkan” untuk mendukung industri kreatif. Pasalnya industri kreatif ini telah mampu menyokong pembangunan di Indonesia dengan cukup besar yaitu mencapai 6,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menargetkan industri ekonomi kreatif bisa memberikan peluang pekerjaan baru di Indonesia. Terbukanya peluang ini bisa menjadi solusi bagi pemerintah menghadapi pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat hantaman krisis keuangan internasional. Melalui industri kreatif ini ada sekitar penciptaan 5,4 juta lapangan kerja, pengurangan angka kemiskinan dan pemberdayaan UKM dari industri ekonomi kreatif. Sehingga pemerintah kini akan memperkuatan ekonomi industrinya dari kreatifitas dan inovasi. Pasar industri kreatif sangat besar karena penduduk Indonesia yang berumur di bawah 29 tahun mencapai 143,8 juta atau 47 persen dari penduduk. Pencanangan tersebut dilakukan setelah lebih dari dua tahun memperkenalkan konsep ekonomi kreatif dan berbagai kegiatan, diskusi, serta studi sampai diluncurkannya Cetak Biru Ekonomi Kreatif, sehingga tahun 2009 ditetapkan sebagai tahun Indonesia Kreatif. Definisi industri kreatif Definisi industri kreatif yang digunakan Pemerintah Indonesia mengadopsi definisi Pemerintah Inggris, yaitu proses peningkatan nilai tambah hasil eksploitasi kekayaan intelektual berupa kreativitas, keahlian, dan bakat individu menjadi produk yang dapat dijual sehingga meningkatkan kesejahteraan bagi pelaksana dan orang yang terlibat. Bagaimana sesungguhnya ekonomi kreatif tersebut? Istilah ekonomi kreatif pertama kali didengungkan oleh John Howkins dari Inggris dalam bukunya Creative Economy, How People Make Money from Ideas. Kemudian disusul tokoh lain seperti Richard Florida, seorang doktor ekonomi dari Amerika dalam bukunya The Rise of Creative Class dan Cities and the Creative Class. Menurut catatan Fahruddin Salim, negara yang dianggap pertama kali menaruh perhatian serius pada industri atau ekonomi kreatif adalah Inggris pada 1997. Hasil pemetaan negara itu memperlihatkan bahwa industri ini menyumbang 7,9% pada PDB negara itu, tumbuh 9% pada 1999-2000 dibandingkan dengan total ekonomi sebesar 2,8%. Nilai ekspornya 8,7 miliar pound atau 3,3% dari total ekspor 2000, tumbuh 13% dalam periode 1997-2000, sementara ekspor barang dan jasa tumbuh hanya 5%. Adapun penyerapan tenaga kerja pada 2001 sebesar 1,95 juta tenaga kerja, tumbuh 5% per tahun, sementara penyerapan tenaga kerja oleh total industri di Inggris hanya tumbuh 1,5%. Inggris memasukkan sebanyak 13 sektor dalam kelompok industri kreatif yaitu periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fashion, film dan video, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbit dan percetakan, layanan komputer dan peranti lunak, serta televisi dan radio. Kecenderungan global yang mengarah pada industri kreatif ini juga diikuti oleh pengembangan sektor pendidikan yang lebih diarahkan bagi pengembangan kreativitas. Negara lain seperti Korea Selatan sudah melakukan reorientasi dengan menempatkan aspek pengembangan kreativitas sebagai prioritas utama. Di Singapura sistem pendidikannya dinamakan holistic education, yaitu membangun moral anak didik, intelektual, sosial dan estetika. Karakteristik dalam industri kreatif menuntut adanya ide-ide dan solusi serta imajinasi yang cepat mengikuti umur sebuah teknologi/produk/desain atau tren yang berdurasi tidak lama. Industri ini memerlukan kemampuan spesifik manusia yang melibatkan kreativitas, keahlian, dan bakat. Oleh sebab itu, industri kreatif ini sulit ditiru karena lebih banyak melibatkan kemampuan otak kanan manusia, seperti aspek seni, design, play, story, humor, symphony, caring, beauty, empathy and meaning. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia memang masih jauh ketinggalan, meski sesungguhnya banyak pengusaha muda di bidang industri kreatif. Meski ketinggalan dibandingkan dengan negara lain, tidak ada salahnya jika mulai tahun ini kita perlu menggeber ekonomi atau industri kreatif.[\]
Set sebagai favorite
Bookmark
Email This
Hits: 918 Komentar (0)
![]()
|
|||
| LAST_UPDATED2 |