Home Berita STMIK-MJ SenimaArt percayakan mahasiswa STMIK-MJ ikut main sinetron & film
SenimaArt percayakan mahasiswa STMIK-MJ ikut main sinetron & film
Ditulis oleh Furry Restuningsih   
Sabtu, 21 Februari 2009 00:00

altSlipi (STMIK-MJ):  Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen dan Informatika Komputer Muhammadiyah Jakarta (STMIK-MJ) mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam pembuatan film layar lebar Ketika Cinta Bertasbih 2 sebagai pemeran pendukung (figuran) di Gedung PPEI (Pusat Pelatihan Ekspor Impor), Slipi-Jakarta Barat.

Bagi STMIK-MJ sendiri ini merupakan kesempatan yang ketiga kali mendapatkan tawaran untuk menjadi pemeran pendukung. Karena Chaerul Umam selaku sutradara pernah bekerjasama sebelumnya dengan STMIK-MJ. Yang pertama terlibat dalam pembuatan sinetron Jalan Lain Kesana, kedua keterlibatan syuting untuk kampanye Amien Rais, dan ketiga pembuatan fim Ketika Cinta Bertasbih 2 (KCB2) pada hari Minggu (15/02/09) .

“Dari pengalaman itu Pak Chaerul Umam merekomendasikan kepada produser untuk melibatkan STMIK-MJ dan mungkin karena memang Ketua STMIK-MJ  Dr. HM. Givi Efgivia MKom aktif di lembaga seni budaya PP Muhammadiyah.” ujar Puket III Bidang Kemahasiswaan STMIK-MJ, Faiz Rafdhi, CH.M.Kom.  

Pria kelahiran Yogyakarta 21 Desember 1974 ini mengatakan dari STMIK-MJ sendiri menyediakan mahasiswa sekitar 60 orang dan karyawan/dosen sebanyak 10 orang. “Kami juga mengundang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta sebanyak 30 orang karena kekurangan pemeran pendukung perempuan,” kata pria kelulusan STMIK-MJ jurusan Sistem Informasi (S1) dan STTIBI jurusan Teknik Informasi (S2).

Undangan yang langsung dari produser SinemArt ini berlangsung cukup lama hingga selesai jam satu malam. Faiz juga sudah memprediksi akan memakan waktu yang lama. Namun, ayah dua anak ini juga tidak menduga sebelumnya ternyata keterlibatan mahasiswa STMIK-MJ cukup jauh.

“Tadinya saya pikir hanya akting tepuk tangan di podium saja tapi ternyata sampai lari-lari berpura-pura menjadi fans Husna (red. salah satu pemeran utama dari KCB 2) dan alhamdulilah peran mahasiswa STMIK-MJ cukup banyak disana, ada yang menjadi receptionist, pemberi hadiah/piagam, dan jaga stand,” terang dosen yang mengajar Mata Kuliah Islam Berbasis Teknologi ini.

Meskipun dari mahasiswa sudah kelihatan tampang bete (bosan, red) dan mulai kelihatan tampak lelah. Namun, tak menyurutkan semangat mahasiswa STMIK-MJ dan berusaha tetap tersenyum walaupun rasa kantuk sudah mulai menghinggapi semua mahasiswa. Para dosen pun berusaha menghibur mahasiswa, mengajak mereka mengobrol dan tertawa.

Koordinator panitia pun sibuk mengurusi masalah transportasi karena janji dengan supir bus tidak sampai larut malam. “Alhamdulilah, semua kendala itu dapat terselesaikan dengan baik dan kelihatannya semuanya tampak senang,” katanya.

Faiz mengaku merasa bangga dan senang karena ini sudah ketiga kalinya mahasiswa STMIK-MJ terlibat sebagai pemeran figuran. Ini membuktikan bahwa ada kepercayaan yang cukup tinggi terhadap STMIK-MJ. “Makanya kemarin saya sudah khawatir ketika banyak mahasiswa sudah mulai bete dan minta ijin pulang tapi alhamdulilah walaupun dengan muka bete masih semangat akting lari-lari sambil berteriak-teriak.” tuturnya bangga. 

Lanjutnya, Faiz menganggap pemeran pendukung dalam suatu pembuatan film/sinetron cukuplah penting. Tanpa adanya itu jalan cerita akan terasa hambar dan tidak menarik. “Terakhir saya sempat melihat Bapak Chaerul Umam sang sutradara tersenyum puas, meskipun dengan sisa mahasiswa tinggal 32 orang” ujarnya singkat.

Selain itu menurut Faiz, ini merupakan suatu promosi tersendiri bagi STMIK-MJ sendiri dan menambah pengalaman untuk mahasiswa merasakan bagaimana menjadi pemeran pendukung (figuran) di sebuah film layar lebar.[/rht]
  

Komentar (1)Add Comment
0
fina qren
April 27, 2009
125.161.200.39
Votes: +0
...

cie..... anak2 STMIK MJ go public ney yeee... manap.. mantap....smilies/cool.gifsmilies/cool.gifsmilies/cool.gif

Tulis komentar
 
  lebih kecil | lebih besar
 

security image
Write the displayed characters


busy
LAST_UPDATED2