Sekilas tentang STMIK MJ

Sekilas tentang STMIK MJ

Admin Feb 04, 2021 22:35 128

"Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam". (QS. Al-Anbiya [21]: 107).

STMIK Muhammadiyah Jakarta didirikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta pada tanggal 4 November 1992 berdasarkan Surat Keputusan (SK) PWM pada tanggal 10 November 1992 Nomor I.A/SK/1149/1992, membawa misi ganda "Membangun Spiritualitas Teknologi, Mewujudkan Informasi Islami" untuk menjawab kebutuhan gelombang ketiga (gelombang informasi) sebagaimana diramalkan Alvin Toffler. Perkembangan komputer dan internet yang dahsyat acapkali menyentuh pada persoalan-persoalan pribadi yang pada akhirnya melanggar norma-norma dan etika yang berlaku. Sulit untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, informasi sampah atau hoax dan bahkan menyesatkan. Maka, misi ganda tersebut menjadi aktual dan relevan dengan perkembangan komputer yang masif dan cepat.

Misi "Membangun Spiritualitas Teknologi, Mewujudkan Informasi Islami" memiliki makna bahwa teknologi yang netral dapat menjadi jahat lagi menghancurkan, dan informasi yang tidak diiringi atau dipayungi dengan wahyu atau nilai-nilai Islam dapat menyesatkan. Kedua misi ini ibarat dua sisi mata uang, yaitu ritual dan spiritual, fisik dan psikis, atau hardware maupun software. Jika kedua sisi ini digunakan dengan benar, maka akan melahirkan amalan-amalan sosial yang berdampak pada nilai-nilai universal kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan ungkapan K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) bahwa baik buruknya agama seseorang tidak dilihat dari rajin atau tidaknya ibadah ritual seseorang, atau seberapa banyak ia melaksanakan ibadah shalat, puasa, atau haji, melainkan dilihat dari ibadah sosialnya atau bagaimana perilakunya terhadap sesama. Semakin banyak seseorang memberi manfaat (infak, sedekah, memberi pertolongan, dan lain-lain) maka semakin baik agamanya. Seperti hadis Nabi:


"Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat"

Artinya, para pelaku Teknologi Informasi (TI) harus memberikan manfaat bagi kemanusiaan bukan justru sebaliknya menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan.

Makna dari pesan dan hadis nabi tersebut adalah bahwa ilmu yang diperoleh mahasiswa STMIK Muhammadiyah Jakarta diharapkan tidak hanya untuk kepentingan pribadi, namun juga untuk kepentingan agama dan bangsa. Ilmu bukan hanya di fikiran (qalb) namun juga di perkataan (lisan) maupun tindakan (arkan). Dalam ungkapan lain K.H. Ahmad Dahlan juga sering menyampaikan bahwa pelajaran terbagi menjadi dua, yaitu belajar ilmu (pengetahuan atau teori) dan belajar amal (mengerjakan, mempraktekkan). K.H. Ahmad Dahlan juga mengatakan, bahwa Alquran tidak cukup dipelajari, tetapi harus diamalkan. Ungkapan inilah kemudian disederhanakan menjadi "Berilmu amaliyah dan beramal ilmiyah". Pengintegrasian antara zikir, fikir dan ukir, atau head, heart dan hand. 

Model pengintegrasian kurikulum tersebut, sesungguhnya telah dirancang menjadi suatu model pendidikan STMIK Muhammadiyah Jakarta untuk membawa misi ganda ("Membangun Spiritualitas Tek-nologi, Mewujudkan Informasi Islami") sekaligus berilmu amaliyah dan beramal ilmiyah, yang pada akhirnya mengemban misi Rasul Allah saw sebagaimana termaktub dalam QS. al-Anbiya: 107, serta memberi implikasi positif atau memberi-kan manfaat bagi masyarakat sebagaimana hadis Nabi saw tersebut.

K.H. Ahmad Dahlan pernah berwasiat pula bahwa "Muhammadiyah pada masa sekarang ini berbeda dengan Muhammadiyah pada masa mendatang. Karena itu hendaklah warga muda-mudi Muhammadiyah terus menjalani dan menempuh pendidikan serta menuntut ilmu pengetahuan (dan teknologi) di mana dan ke mana saja. Menjadilah dokter sesudah itu kembalilah kepada Muhammadiyah. Jadilah master, insinyur, dan (profesional) lalu kembalilah kepada Muhammadiyah sesudah itu". Wasiat K.H. Ahmad Dahlan tadi menjadi harapan kami kepada para mahasiswa STMIK Muhammadiyah Jakarta. 

Sejak berdiri, STMIK Muhammadiyah Jakarta telah dipimpin beberapa orang, di antaranya:

1. Prof. Dr. Abuzar Asra, APU periode 1993-1997

2. Drs. Abdul Rachman, M.Si periode 1997-2001

3. Dr. Ir. M. Givi Efgivia, M.Kom periode 2001-2009

4. Dr. Faiz Rafdhi, M.Kom periode 2011-sekarang